Analisis Teknologi Pengolahan Pangan dan Sumber Pencemaran

Alur proses pengolahan asap minyak pada pengolahan pangan
Pengantar Proses Pemurnian Uap Minyak dalam Pengolahan Makanan

Skenario Khas dalam Pembuatan Mie Instan
Pabrik mi instan biasanya menghasilkan uap air (uap) sebagai produk sampingan dari proses pemasakan dan pengeringan. Selain itu, jika produksi mi dilakukan dengan menggorengnya, emisi seperti uap minyak dan VOC juga dapat dilepaskan selama proses penggorengan mi, senyawa organik volatil (VOC), dan asap minyak. Emisi ini umumnya terkontrol dengan baik melalui sistem presipitator elektrostatik basah untuk mematuhi peraturan lingkungan.

Asap dan asap dari pabrik ekstraksi minyak
Proses mekanis seperti penghancuran, malaxation, dan sentrifugasi menghasilkan debu halus dan aerosol dari pasta dan biji zaitun. Pembakaran tidak sempurna dari boiler dan pengering—seringkali berbahan bakar gas alam, biomassa, atau minyak—menghasilkan asap yang mengandung CO, NOₓ, partikulat, dan VOC. Ekstraksi dan pengepresan juga melepaskan VOC dan tetesan minyak, yang menyebabkan bau dan masalah kualitas udara. Precipitator elektrostatik (ESP) atau filter kain (baghouse) menangkap emisi ini, sehingga mengurangi tingkat asap dan partikulat yang terlihat.
Larutan asap minyak yang direkomendasikan untuk pengolahan makanan
Parameter pemilihan filter Esp dalam pengolahan makanan
Model | Volume Udara | Sel Filter | Efisiensi | Perkenalan |
Filter ESP Jarak Lebar | 6K-72K | Elektroda vertikal jarak lebar | 95% | Selengkapnya>> |





